Author: ratridian

  • Mengasuh Homoseksualitas: Sebuah Perjalanan Pulang-Pergi

    Sebagai makhluk penjelajah waktu, kita hampir selalu pulang-pergi mengunjungi kemarin, hari esok, lantas pulang ke hari ini. Kita memungut kepingan-kepingan kesalahan, mengunjungi kemungkinan-kemungkinan yang ditimbulkannya di masa depan, lalu pulang membawa buntalan pertanyaan: apa yang bisa dilakukan hari ini untuk mencegah kemungkinan kenyataan itu? Satu di antara banyak sekali perjalanan pulang-pergi itu terjadi di lajur…

  • Permainan Sulit Bernama Menjadi Manusia

    :Sebuah Pembacaan atas Novel ‘Ketakberhinggaan di Telapak Tangannya’ Pernah ada periode cukup panjang di dalam hidup saya ketika kisah para nabi merupakan cerita paling membosankan dan mencurigakan. Rasanya terlalu terprediksi untuk diikuti, sebab siapa yang bisa melawan pelindung mereka: Tuhan sendiri? Seberkuasa apa pun tokoh, sistem, maupun nasib yang memusuhi mereka, pasti akan berujung pada…

  • Cermin Besar di Ruang Keluarga

    Perjalanan membentuk dan mengalami keluarga inti adalah sebuah instruksi untuk melambat, setidaknya pada pos-pos tertentu. Ada hal-hal yang menjadi tak tergapai atau tertunda, memang, tapi di dalam langkah yang kecil-kecil itu juga tiba-tiba muncul banyak tawaran pelajaran yang tak terbayangkan sebelumnya. Salah satu pelajaran itu adalah: berbuat baik pada orang-orang tercinta kadang-kadang justru lebih sulit…

  • Menyusun Batu Usai Berjumpa Cahaya: Sebuah Catatan di Hari Pengurbanan

    Menyusun Batu Usai Berjumpa Cahaya: Sebuah Catatan di Hari Pengurbanan

    Beberapa hari yang lalu, di sepanjang kumandang takbir Hari Raya Kurban, satu pertanyaan muncul di permukaan kesadaran saya: tentang apakah adegan pengurbanan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim ini, selain tentang ikhlasnya pengorbanan, kokohnya ketauhidan, dan perintah berkurban? Undangan untuk memahami apakah perintah yang mengerikan dan melanggar moral ini? Pelajaran apa lagi yang bisa saya peras…

  • Ilusi Perubahan: Kesetiaan adalah Pengkhianatan yang Terukur

    Generasi Milenial dan mungkin Generasi X akhir adalah generasi pertama yang tidak hanya terhimpit oleh tanggung jawab menghidupi orang tua sembari mati-matian membiayai anak-anak mereka, tapi juga terhimpit oleh tugas mengasuh anak-anak dan keruwetan mengasuh kembali diri mereka sendiri. Mereka menghadapi hari-hari yang liar menemani anak-anak yang mereka lahirkan sekaligus anak-anak yang ketakutan dan terabaikan…

  • Ongkos Ilmu: Mengapa Mengetahui Juga Bisa Menjadi Penjara

    Ongkos Ilmu: Mengapa Mengetahui Juga Bisa Menjadi Penjara

    Secara intuitif dan melalui kerja kognitif, manusia ‘tahu’ bahwa ilmu adalah mata uang tertinggi. Lima ribu tahun lalu, masyarakat Mesir Kuno sudah memiliki Dewi Seshat — dewi penulisan, pengukuran, matematika, arsitektur, sejarah, dan astronomi. Namanya bermakna ‘ia yang menulis’. Seshat merupakan sisi feminin dari Dewa Thoth yang menjalankan peran berbeda dalam wilayah yang sama. Kadang-kadang…

  • Menghentikan Kutukan Identitas dan Peran pada Anak

    Menghentikan Kutukan Identitas dan Peran pada Anak

    Anak tengah sering merasa tak terlihat dalam dinamika interaksi keluarga karena terhimpit oleh anak sulung yang mandiri-berprestasi dan anak bungsu yang lucu-menggemaskan. Berada di antara anak kebanggaan keluarga dan anak kesayangan orang tua, mereka mengusahakan banyak hal sendirian, diam-diam menepuk bahu mereka sendiri ketika yang sebenarnya mereka butuhkan adalah menangis kencang.  Ada ekspektasi bahwa mereka…

  • Hasil Boleh Mengkhianati Usaha: Bagaimana Menimbang Kualitas Keputusan

    Hasil Boleh Mengkhianati Usaha: Bagaimana Menimbang Kualitas Keputusan

    Hasil tak mengkhianati usaha, katanya. Atau sering juga diucapkan dalam bentuk terbaliknya: usaha tak mengkhianati hasil. Kalimat yang sering muncul dalam momen-momen keberhasilan ini memang ada benarnya. Pada kasus dan sampai tingkat tertentu, memang ada hubungan sebab-akibat yang erat antara usaha dan hasil. Kalimat ini juga ada baiknya, sebab bisa memberikan dorongan yang diperlukan untuk…

  • Mengapa Tuhan Menunggu 13,8 Miliar Tahun

    Mengapa Tuhan Menunggu 13,8 Miliar Tahun

    Mengapa Tuhan menunggu hingga 13,8 miliar tahun lamanya sejak alam semesta tergelar untuk menciptakan manusia? Dalam kalender kosmik — sebuah teknik untuk memvisualisasikan sejarah alam semesta dalam satu tahun kalender — jika Big Bang terjadi pada tengah malam tanggal 1 Januari, bumi dan tata surya baru mengada pada tanggal 1 September.  Pada tanggal 22 September,…

  • Evolusi dan Kuasa Penciptaan

    Evolusi dan Kuasa Penciptaan

    tuhan sayang ya tuhan sayang di siang hari yang berselimut kegelapan bersabarlah mendengar kami yang kebingungan bertanya apa yang sesungguhnya engkau inginkan menyeret kami ke persimpangan jalan kemudian engkau pergi meninggalkan engkau wariskan alam berita tentang pengembaraan dan teka-teki yang sialan Emha Ainun Nadjib, Tuhan Sayang ya Tuhan Sayang 1985 Dua dekade lalu, di antara…