Tag: jiwa
-
Ikuti Remah-Remahnya
Olaf benar — ketika dia bilang bahwa kura-kura bernapas dengan pantat, dan ketika dia menyanyikan lagu ini: This will all make sense when I am older Someday I will see that this makes sense One day, when I’m old and wise I’ll think back and realize That these were all completely normal events Ya, konstruksi…
-
Navigasi di Dunia Fraktal: Bekal Peta dan Indera
“The most beautiful thing we can experience is the mysterious. It is the source of all true art and science. He to whom this emotion is a stranger, who can no longer pause to wonder and stand rapt in awe, is as good as dead: his eyes are closed. “ Albert Einstein, The World As I See…
-
Tiga Aku dan Ilusi atas Waktu
Ada sesuatu yang ganjil pada bagaimana alam semesta merekatkan dirinya. Gravitasi menarik benda-benda — memungkinkan kita tetap menapak tanah, juga menciptakan keteraturan dalam orbit benda-benda langit. Makin besar massa, makin besar juga tarikannya. Makin jauh terpisah, makin melemah kekuatannya. Newton telah memformulasikannya dalam Principia dalam presisi yang luar biasa, tapi bagaimana mekanisme gravitasi itu bekerja…
-
Neraka yang Panjang: Mengapa Pesan Transformatif Tidak Sama dengan Transformasi Itu Sendiri
Mimpi Jam Dunia Pauli, yang oleh Jung disebut sebagai mandala tiga dimensi, berhasil membuktikan adanya collective unconscious. Simbol-simbol arkais ternyata bisa menghampiri siapapun, bahkan seorang fisikawan rasionalis garis keras yang sama sekali buta terhadap mistisisme. Sentakan yang ditimbulkan mimpi ‘besar’ semacam ini memang mampu membawa efek transformatif. Setidaknya, ia mampu menjadi pengingat adanya dimensi lain…
-
Perjumpaan Dua Mata: Jung, Pauli, dan Sinkronisitas
Predikat apa lagi yang tepat untuk menggambarkan seluruh hamparan hidup ini selain ‘absurd’? Kita berjalan menapaki aspal sambil menggenggam ponsel di tangan kanan. Namun saat kita zoom in, atom-atom sepatu tak pernah bersentuhan dengan atom-atom aspal. Begitu pula jemari kita; atom-atomnya berjarak sangat jauh dari atom penyusun ponsel. Pilih satu atom lalu perhatikan. Ternyata hampir…
-
Dua Instrumen
: Bagaimana Subyektivitas Diperlukan untuk Meneropong Realitas Di tulisan sebelumnya saya cerita sedikit soal seorang raksasa astrofisika teoretis yang hipotesisnya tentang obyek antarbintang 3I/ATLAS dinilai mengada-ada: Avi Loeb. Ilmuwan arus utama berpegang teguh pada The Sagan Standard — extraordinary claims require extraordinary evidence (klaim luar biasa membutuhkan bukti yang luar biasa). Bagi mereka, hipotesis keberadaan…
-
Laku Spiritual, Lobus Frontal, dan Tujuh Hari dalam Sepekan
: Sebuah Catatan dari Berbagi Pembacaan (#2) Karena pekan lalu cukup padat, kegiatan berbagi pembacaan baru kami lakukan di hari Minggu, 22 Juni 2025. Tempatnya masih di Arsey Coffee Studio yang Magic, Butter Fath double shot, dan ragam cheesecake-nya enak semua. Dapat giliran pertama, Kiyana cerita tentang buku yang sudah dia baca habis berkali-kali, yaitu…
-
Cara Pandang, Sudut Pandang, dan Akhir yang Baik
: Sebuah Catatan dari Berbagi Pembacaan Sabtu (14/06/25) lalu kami – akhirnya!! – memulai kegiatan yang sebenarnya sudah terpikir sejak lama tapi selalu tertunda dan lalu terlupakan begitu saja. Kegiatannya sederhana, yaitu masing-masing membagikan hasil pembacaannya atas buku, bagian buku, film, maupun podcast. Hasil pembacaan boleh dituangkan dalam bentuk apapun. Syaratnya hanya satu: harus ditulis…
-
Pengalaman adalah Guru yang Terbaik — atau Tidak
Pengalaman adalah guru yang terbaik. Kalimat ini sudah sejak lama sekali menghuni kepala saya sebagai sebuah aksioma. Tak perlu diragukan nilai kebenarannya, juga menjadi titik mula untuk mempersepsikan hal-hal berikutnya. Bahkan ketika pun akhirnya terpikir untuk mengunjunginya sembari membawa tanda tanya, itu tak pernah lama. Hehe. Lagipula bagaimana bisa salah? Dengan mengalami sesuatu, kita tidak…
