Mengapa Menulis?

Halo, aku Ratri!

Untuk orang yang mudah lupa dan mudah puas seperti saya, tidak menuliskan apa-apa yang melintas di pikiran dan apa-apa yang pernah dialami adalah sebuah resep manjur untuk setidaknya dua akibat. Pertama, kejadian-kejadian berlalu begitu saja tanpa penanda untuk pembelajaran. Kedua, muncul rasa bangga yang demikian besar bahwa saya telah memahami sesuatu dari hulu ke hilir, padahal yang terjadi adalah saya berputar-putar dari A ke B ke A lagi ke B lagi, sementara C sampai Z bahkan tidak saya sadari keberadaannya. 

Maka begitulah, menulis adalah sebuah cara untuk menyimpan ingatan, memaknai perjalanan, dan menguji pemahaman — atau intinya: untuk merayakan kehidupan. Dan sebagai sebuah cara, tentu ini bukan satu-satunya. 


Ratri Dian Ariani