
Aturan-aturan yang memungkinkan terjadinya realitas objektif dan kedalaman pengalaman subjektif adalah dua pintu berbeda untuk mendekati satu hal rumit ini: Realitas yang sesungguhnya. Menggunakan keduanya dengan cara-cara yang benar jauh lebih optimal daripada mempertentangkannya atau memaksa mereka untuk saling sepakat.

Sebagai makhluk penjelajah waktu, kita hampir selalu pulang-pergi mengunjungi kemarin, hari esok, lantas pulang ke hari ini. Kita memungut kepingan-kepingan kesalahan, mengunjungi kemungkinan-kemungkinan yang ditimbulkannya di masa depan, lalu pulang membawa buntalan pertanyaan: apa yang bisa dilakukan hari ini untuk mencegah kemungkinan kenyataan itu? Satu di antara banyak sekali perjalanan pulang-pergi itu terjadi di lajur pengasuhan. Bagaimana dulu kita diasuh, bagaimana hal itu berpengaruh pada kondisi…
:Sebuah Pembacaan atas Novel ‘Ketakberhinggaan di Telapak Tangannya’ Pernah ada periode cukup panjang di dalam hidup saya ketika kisah para nabi merupakan cerita paling membosankan dan mencurigakan. Rasanya terlalu terprediksi untuk diikuti, sebab siapa yang bisa melawan pelindung mereka: Tuhan sendiri? Seberkuasa apa pun tokoh, sistem, maupun nasib yang memusuhi mereka, pasti akan berujung pada kemenangan dan akhir yang bahagia, bukan? Dan sulit untuk membayangkannya sebagai…
Perjalanan membentuk dan mengalami keluarga inti adalah sebuah instruksi untuk melambat, setidaknya pada pos-pos tertentu. Ada hal-hal yang menjadi tak tergapai atau tertunda, memang, tapi di dalam langkah yang kecil-kecil itu juga tiba-tiba muncul banyak tawaran pelajaran yang tak terbayangkan sebelumnya. Salah satu pelajaran itu adalah: berbuat baik pada orang-orang tercinta kadang-kadang justru lebih sulit ketimbang berbuat baik pada orang asing. Berbuat baik pada kasir minimarket,…

Peta navigasi non-linear melewati pintu sains yang objektif dan pintu pengalaman personal yang subjektif untuk meneropong Realitas seutuh mungkin.